PERFECT EDUCATION FAIRY https://ijble.com/index.php/bec <p><strong><a href="https://ijble.com/index.php/bec/Abstracting"><em class="fa fa-sitemap"> </em>Indexing &amp; Abstraction</a></strong></p> en-US adm.ijble@gmail.com (Admin (+62 838-9219-8223)) manager.ijble@ijble.com (Admin) Mon, 14 Sep 2026 00:00:00 +0700 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Strategi Peningkatan Partisipasi Pria dalam Program Keluarga Berencana di Kabupaten Kolaka https://ijble.com/index.php/bec/article/view/1573 <p>Partisipasi laki-laki dalam Program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Kolaka masih relatif rendah meskipun cakupan peserta KB aktif secara keseluruhan meningkat. Kondisi ini menunjukkan bahwa tanggung jawab penggunaan kontrasepsi masih lebih banyak dibebankan kepada perempuan dan berkaitan dengan keterbatasan pengetahuan laki-laki, akses terhadap layanan KB laki-laki yang belum memadai, serta stigma sosial-budaya terhadap kontrasepsi laki-laki. Studi ini bertujuan mengidentifikasi masalah prioritas dan merumuskan strategi kebijakan untuk meningkatkan partisipasi laki-laki dalam Program KB di Kabupaten Kolaka. Penelitian menggunakan pendekatan analisis kebijakan kualitatif melalui identifikasi isu strategis, penetapan prioritas masalah dengan metode Urgency, Seriousness, and Growth (USG), analisis pohon masalah, identifikasi akar penyebab, perumusan alternatif kebijakan, dan penilaian komparatif menggunakan metode McNamara. Empat alternatif kebijakan dinilai berdasarkan lima kriteria, yaitu efektivitas, efisiensi, kelayakan pelaksanaan, dukungan pemangku kepentingan, dan keberlanjutan. Hasil analisis menetapkan rendahnya pengetahuan laki-laki mengenai manfaat KB sebagai masalah prioritas dengan skor USG sebesar 12. Analisis akar penyebab menunjukkan bahwa orientasi dan sosialisasi Program KB selama ini lebih banyak berfokus pada perempuan, sehingga akses laki-laki terhadap pendidikan dan informasi KB menjadi terbatas. Dari empat alternatif yang dianalisis, Gerakan Kolaka Pria Ber-KB yang didukung Peraturan Bupati Kolaka tentang Peningkatan Partisipasi Laki-laki dalam Program KB merupakan pilihan kebijakan paling komprehensif. Kebijakan ini mengintegrasikan pendidikan kesehatan reproduksi, perluasan akses layanan KB laki-laki, keterlibatan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, koordinasi lintas sektor, serta dukungan regulasi. Studi menyimpulkan bahwa kerangka kebijakan yang terintegrasi dan terinstitusionalisasi di tingkat daerah diperlukan untuk memperkuat keterlibatan laki-laki dan mendorong tanggung jawab bersama dalam kesehatan reproduksi keluarga. Penelitian selanjutnya diperlukan untuk mengevaluasi implementasi, penerimaan, dan dampak terukur dari kebijakan yang diusulkan terhadap partisipasi laki-laki dalam Program KB.</p> Muhammad Rusli Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ijble.com/index.php/bec/article/view/1573 Mon, 14 Sep 2026 00:00:00 +0700 Dukungan Organisasi yang Dipersepsikan, Efikasi Diri, dan Keterikatan Kerja sebagai Prediktor Prestasi Kerja Perawat Rawat Inap https://ijble.com/index.php/bec/article/view/1568 <p>Prestasi kerja perawat merupakan unsur penting bagi kesinambungan, keselamatan, dan mutu pelayanan rumah sakit. Sumber daya organisasi dan sumber daya psikologis individu dapat secara bersama-sama membentuk prestasi kerja, namun kontribusi relatif keduanya pada perawat rawat inap di rumah sakit Indonesia masih belum banyak dikaji. Penelitian ini menganalisis dukungan organisasi yang dipersepsikan (perceived organizational support/POS), efikasi diri, dan keterikatan kerja sebagai prediktor prestasi kerja perawat rawat inap di RS Pertamina Balikpapan pada tahun 2026. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang dilakukan pada seluruh 100 perawat pelaksana rawat inap menggunakan pendekatan sensus (total sampling). Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert empat poin. Konsistensi internal instrumen tergolong tinggi untuk POS (Cronbach's alpha = 0,919), efikasi diri (0,926), keterikatan kerja (0,900), dan prestasi kerja (0,949). Korelasi bivariat dan regresi linier berganda digunakan untuk mengevaluasi hubungan ketiga prediktor dengan prestasi kerja. Hasil: POS (r = 0,588; p &lt; 0,001), efikasi diri (r = 0,858; p &lt; 0,001), dan keterikatan kerja (r = 0,743; p &lt; 0,001) berhubungan positif dengan prestasi kerja. Model regresi signifikan (F = 113,009; p &lt; 0,001), dengan R = 0,883, R² = 0,779, dan adjusted R² = 0,772. Setelah saling dikontrol dalam model, seluruh prediktor tetap signifikan: POS (B = 0,153; beta = 0,136; p = 0,022), efikasi diri (B = 0,569; beta = 0,629; p &lt; 0,001), dan keterikatan kerja (B = 0,188; beta = 0,215; p = 0,003). Efikasi diri memiliki koefisien terstandar terbesar. POS, efikasi diri, dan keterikatan kerja masing-masing berhubungan secara independen dengan prestasi kerja perawat, dengan efikasi diri menunjukkan kontribusi statistik paling kuat. Strategi manajemen keperawatan yang terintegrasi perlu memperkuat dukungan organisasi sekaligus mengembangkan keyakinan diri, kompetensi, dan keterikatan kerja perawat secara berkelanjutan. Mengingat desain penelitian bersifat potong lintang dan pengukuran berbasis laporan diri, temuan ini tidak dapat ditafsirkan sebagai bukti hubungan sebab-akibat.</p> Abdul Aziz, Puteri Pratama Denta Dinata, Nurmala Dewi Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ijble.com/index.php/bec/article/view/1568 Mon, 14 Sep 2026 00:00:00 +0700 Work Responsiveness, Work Efficiency, and Call Center Employee Performance at Persahabatan General Hospital https://ijble.com/index.php/bec/article/view/1574 <p>Background: Hospital call centers are a frontline service channel in which prompt and efficient employee work may influence the quality and continuity of patient communication. Objective: This study examined the associations of work responsiveness and work efficiency with call center employee performance at Persahabatan General Hospital. Methods: A quantitative cross-sectional design was used. The population and sample comprised all 40 call center employees, selected through total sampling. Questionnaire data were analyzed using multiple linear regression after diagnostic tests for normality, multicollinearity, and heteroscedasticity. Results: Work responsiveness was positively associated with performance (B = 0.273, SE = 0.094, t = 2.917, p = .006), as was work efficiency (B = 0.454, SE = 0.106, t = 4.273, p &lt; .001). The overall model was significant, F(2, 37) = 28.051, p &lt; .001, and explained 60.3% of the variance in performance (R² = .603; adjusted R² = .581). The bivariate correlations of responsiveness and efficiency with performance were r = .638 and r = .715, respectively (both p &lt; .001). Conclusion: Both work responsiveness and work efficiency were positively related to employee performance in this hospital call center. Because the data were cross-sectional and based on a small, single-site sample, the findings should be interpreted as associations rather than causal effects.</p> Septi Intan Lestari, Eddy Hermawan Hasudungan Panjaitan, Sri Wahyuningsih Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ijble.com/index.php/bec/article/view/1574 Fri, 18 Sep 2026 00:00:00 +0700 Analisis Kebutuhan Tenaga Kefarmasian Berdasarkan Workload Indicators of Staffing Need (WISN) di Rumah Sakit Mulia Pajajaran https://ijble.com/index.php/bec/article/view/1569 <p>Kecukupan tenaga kefarmasian merupakan prasyarat penting bagi pelayanan obat yang aman, efektif, dan efisien. Instalasi Farmasi Rumah Sakit Mulia Pajajaran menghadapi peningkatan beban pelayanan pada periode tertentu, penumpukan resep pada jam puncak, ketidakseimbangan distribusi tenaga, serta hambatan operasional yang berpotensi memengaruhi mutu dan keselamatan pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan tenaga kefarmasian berdasarkan beban kerja aktual menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN), menggambarkan distribusi penggunaan waktu melalui work sampling, dan mengidentifikasi faktor operasional yang memengaruhi kecukupan serta efektivitas pemanfaatan tenaga. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran dengan komponen kuantitatif dominan dan desain potong lintang. Data diperoleh melalui work sampling selama 14 hari, wawancara mendalam terhadap 13 informan, dan telaah dokumen. Waktu Kerja Tersedia (WKT) dihitung berdasarkan pola kerja aktual Farmasi Dasar dan Farmasi Basement, kemudian diagregasikan secara tertimbang. Kebutuhan tenaga dihitung menggunakan WISN, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik dan diintegrasikan melalui triangulasi. Hasil: WKT gabungan tertimbang sebesar 121.293 menit/tenaga/tahun. Aktivitas produktif mencapai 90,9%, yang terdiri atas 75,7% aktivitas produktif langsung dan 15,2% aktivitas produktif tidak langsung. Proporsi aktivitas produktif per shift sebesar 91,6% pada pagi, 91,6% pada siang, dan 88,7% pada malam. Kebutuhan kegiatan pokok sebesar 34,02 FTE. Setelah memperhitungkan Category Allowance Standard sebesar 10,71% dan Category Allowance Factor sebesar 1,12, kebutuhan total menjadi 38,10 FTE atau 39 tenaga. Dibandingkan dengan 35 tenaga yang tersedia, terdapat kekurangan 3,10 FTE atau sekitar empat tenaga secara operasional, dengan rasio WISN 0,92. Temuan kualitatif menunjukkan adanya ketidakseimbangan lini proses, kesenjangan kompetensi tenaga baru, kebutuhan supervisi, penginputan berulang, keterbatasan integrasi sistem informasi, kendala stok/logistik, serta kebutuhan konfirmasi resep kepada dokter penanggung jawab pelayanan. Kesimpulan: Ketersediaan tenaga kefarmasian belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan berdasarkan beban kerja aktual. Strategi pemenuhan tenaga perlu dilakukan secara bertahap dan diintegrasikan dengan redistribusi berbasis jam puncak pelayanan, perbaikan keseimbangan lini proses, penguatan kompetensi dan orientasi tenaga baru, evaluasi komposisi keterampilan Apoteker-TTK, serta optimalisasi sistem informasi dan logistik.</p> Regina Cindy Franciska, Ahdun Trigono, Abdul Aziz, Aliefety Putu Garnida Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ijble.com/index.php/bec/article/view/1569 Fri, 18 Sep 2026 00:00:00 +0700