Erosi Otoritas Moral Guru dan Tantangan Pendidikan Karakter Dalam Menghadapi Kekerasan Siswa
Keywords:
kekerasan terhadap guru; otoritas moral; pendidikan karakter; relasi pedagogis; adab; ta’dibAbstract
Kekerasan siswa terhadap guru merupakan tantangan bagi keamanan sekolah, legitimasi profesi pendidik, dan pendidikan karakter. Artikel ini bertujuan menelaah kaitan konseptual antara kualitas relasi pedagogis, otoritas moral guru, dan perilaku agresif siswa, serta merumuskan kerangka penguatan pendidikan karakter yang mengintegrasikan nilai adab dan ta’dib. Penelitian menggunakan kajian pustaka kualitatif dengan sintesis tematik dan refleksi kritis terhadap literatur pendidikan, psikologi sekolah, perlindungan profesi guru, dan pendidikan Islam. Hasil sintesis menghasilkan empat tema: keamanan dan kualitas relasi pedagogis; legitimasi otoritas moral yang bertumpu pada integritas dan keteladanan; internalisasi karakter melalui praktik prososial; serta orientasi etis adab–ta’dib. Atas dasar itu dikembangkan Model ORKP (Otoritas Moral–Relasi Pedagogis–Karakter–Perlindungan), yang menggabungkan keadilan, dialog, pembiasaan nilai, dan perlindungan institusional. Kajian menegaskan bahwa penguatan kewibawaan guru tidak boleh disamakan dengan kepatuhan koersif, dan hubungan antara erosi otoritas moral dengan kekerasan belum dapat diperlakukan sebagai kausalitas yang teruji. Penelitian empiris diperlukan untuk menguji efektivitas model pada konteks sekolah yang beragam.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.