Komitmen Organisasi sebagai Prediktor Dominan Perilaku Caring Perawat
Peran Motivasi Kerja dan Kesejahteraan Psikologis di Rumah Sakit Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.56442/pef.v4i2.1567Keywords:
perilaku caring; perawat; komitmen organisasi; motivasi kerja; kesejahteraan psikologis; rumah sakitAbstract
Latar belakang: Perilaku caring merupakan inti praktik keperawatan profesional karena membentuk kualitas interpersonal dalam interaksi perawat-pasien dan orientasi pelayanan yang berpusat pada pasien. Namun, caring tidak semata-mata merupakan atribut individual; perilaku ini juga dapat mencerminkan keterikatan perawat terhadap organisasi, motivasi dalam bekerja, dan fungsi psikologis. Tujuan: Menganalisis hubungan komitmen organisasi, motivasi kerja, dan kesejahteraan psikologis dengan perilaku caring pada perawat rawat inap serta mengidentifikasi prediktor statistik terkuat dalam model. Metode: Penelitian analitik dengan desain potong lintang ini melibatkan 60 perawat rawat inap di Rumah Sakit Bhakti Kartini, Bekasi, Indonesia. Teknik total sampling digunakan untuk melibatkan seluruh populasi yang memenuhi kriteria. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk menilai hubungan independen dan simultan komitmen organisasi, motivasi kerja, dan kesejahteraan psikologis dengan perilaku caring. Koefisien beta terstandarisasi digunakan untuk membandingkan kekuatan relatif prediktor, sedangkan adjusted R² digunakan untuk menilai daya jelas model. Hasil: Komitmen organisasi memiliki koefisien terstandarisasi positif terbesar (β = 0,458), diikuti motivasi kerja (β = 0,301) dan kesejahteraan psikologis (β = 0,238); ketiga hubungan tersebut dilaporkan signifikan secara statistik dalam analisis asli. Model menjelaskan 55,7% varians perilaku caring setelah penyesuaian (adjusted R² = 0,557). Kesimpulan: Dalam sampel dan model penelitian ini, komitmen organisasi merupakan prediktor statistik terkuat terhadap perilaku caring perawat. Oleh karena itu, strategi rumah sakit untuk memperkuat caring perlu memadukan pendekatan organisasi yang meningkatkan keterikatan, penghargaan, partisipasi, dan kepemimpinan suportif dengan intervensi yang mempertahankan motivasi kerja dan kesejahteraan psikologis. Karena penelitian menggunakan desain potong lintang, temuan harus ditafsirkan sebagai hubungan/asosiasi dan bukan sebagai efek kausal.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.