Dukungan Organisasi yang Dipersepsikan, Efikasi Diri, dan Keterikatan Kerja sebagai Prediktor Prestasi Kerja Perawat Rawat Inap

Studi Potong Lintang di Balikpapan, Indonesia

Authors

  • Abdul Aziz Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta III
  • Puteri Pratama Denta Dinata Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Program Magister, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Indonesia, Jakarta
  • Nurmala Dewi Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Program Magister, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Indonesia, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.56442/pef.v4i3.1568

Keywords:

prestasi kerja; dukungan organisasi yang dipersepsikan; efikasi diri; keterikatan kerja; perawat rawat inap; model Job Demands-Resources.

Abstract

Prestasi kerja perawat merupakan unsur penting bagi kesinambungan, keselamatan, dan mutu pelayanan rumah sakit. Sumber daya organisasi dan sumber daya psikologis individu dapat secara bersama-sama membentuk prestasi kerja, namun kontribusi relatif keduanya pada perawat rawat inap di rumah sakit Indonesia masih belum banyak dikaji. Penelitian ini menganalisis dukungan organisasi yang dipersepsikan (perceived organizational support/POS), efikasi diri, dan keterikatan kerja sebagai prediktor prestasi kerja perawat rawat inap di RS Pertamina Balikpapan pada tahun 2026. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang dilakukan pada seluruh 100 perawat pelaksana rawat inap menggunakan pendekatan sensus (total sampling). Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert empat poin. Konsistensi internal instrumen tergolong tinggi untuk POS (Cronbach's alpha = 0,919), efikasi diri (0,926), keterikatan kerja (0,900), dan prestasi kerja (0,949). Korelasi bivariat dan regresi linier berganda digunakan untuk mengevaluasi hubungan ketiga prediktor dengan prestasi kerja. Hasil: POS (r = 0,588; p < 0,001), efikasi diri (r = 0,858; p < 0,001), dan keterikatan kerja (r = 0,743; p < 0,001) berhubungan positif dengan prestasi kerja. Model regresi signifikan (F = 113,009; p < 0,001), dengan R = 0,883, R² = 0,779, dan adjusted R² = 0,772. Setelah saling dikontrol dalam model, seluruh prediktor tetap signifikan: POS (B = 0,153; beta = 0,136; p = 0,022), efikasi diri (B = 0,569; beta = 0,629; p < 0,001), dan keterikatan kerja (B = 0,188; beta = 0,215; p = 0,003). Efikasi diri memiliki koefisien terstandar terbesar. POS, efikasi diri, dan keterikatan kerja masing-masing berhubungan secara independen dengan prestasi kerja perawat, dengan efikasi diri menunjukkan kontribusi statistik paling kuat. Strategi manajemen keperawatan yang terintegrasi perlu memperkuat dukungan organisasi sekaligus mengembangkan keyakinan diri, kompetensi, dan keterikatan kerja perawat secara berkelanjutan. Mengingat desain penelitian bersifat potong lintang dan pengukuran berbasis laporan diri, temuan ini tidak dapat ditafsirkan sebagai bukti hubungan sebab-akibat.

Downloads

Published

2026-09-14

How to Cite

Aziz, A., Dinata, P. P. D. ., & Dewi, N. . (2026). Dukungan Organisasi yang Dipersepsikan, Efikasi Diri, dan Keterikatan Kerja sebagai Prediktor Prestasi Kerja Perawat Rawat Inap: Studi Potong Lintang di Balikpapan, Indonesia. PERFECT EDUCATION FAIRY, 4(3), 118-128. https://doi.org/10.56442/pef.v4i3.1568